Gempa Banten Terasa Hingga Tangerang Guncangan Dangkal
Gempa Banten Terasa Hingga Tangerang Guncangan Dangkal – Wilayah Banten kembali mengalami aktivitas gempa bumi dalam beberapa hari terakhir ini. Salah satu kejadian yang cukup mendapat perhatian berlangsung pada jumat malam, 25 september 2026. Gempa tersebut berkekutan manitudo 4,7 dengan pusat di laut sekitar 58 kilometer barat daya sumur, banten. Walaupun pusatnya bukan berada di Tangerang, getaran dari aktivitas gempa di wilayah banten dapat menjadi pengingat bagi masyarakat tangerang dan daerah sikitarnya untuk tetap memahami langkah keselamatan ketika guncangan terjadi.
Gempa Berasal Dari Wilayah Laut Banten
Data BMKG mencatata gempa M4,7 terjadi pada pukul 20.47.30 WIB. Pusat gempa berada pada koordinat 7,04 LS dan 105,22 BT dengan kedalamaman sekitar 10 kilometer. Kedalaman yang relatif dangkal membuat guncangan da[at terasa di sjumlah kawasan banten.
BMKG mencatat intensitas III MMI di sumur, muara binuangeun, bayah, panggarangan, dan Malingping. Geteran juga mencapai anyer serata rangkasbitung dengan intensitas II-III MMI.
Aktivitas Gempa Berlanjut Di Sekitar Sumur
Menariknya, aktivitas tersebut tidak berhenti pada satu kejadian. Pada 26 september, BMKG kembali mencatatat gempa di laut sekitar 55 kilometer berat daya sumur. Pemodelan guncangan menujukkan intensitas II-III beberapa wilayah banten bagian selatan.
Kemudian pada 27 September pukul 08.38 WIB, gempa magnitudo 3,0 kembali muncul. Pusatnya berada sekitar 136 kilometer berat daya sumur dengan kedalaman 20 kilometer.
Jangan Lupa Baca : Negara Ekonomi Terendah Di Dunia Dan Perjuangan Kehidupan
Mengapa Banten Cukup Sering Mengalami Gempa
Posisi Banten berdekatan dengan kawasan Selat Sunda dan Zona tektonik aktif membuat wilayah ini mempunyai aktivitas kegempaan yang perlu terus mendapat perhatian. Gempa tidak selalu menghasilkan kerusakan. Dampaknya bergantung pada banyak faktor, termasuk magnitudo, kedalaman, jarak dari permukiman, kondisi tanahm dan kekuatan bangunan.
Warga Tangerang Tidak Perlu Panik
Merasakan guncangan secara tiba-tiba memang dapat membuat seseorang terkejut. Namun, berlari tanpa memperhatikan keadaan sekitar justru dapat meningkatkan resiko cedera. Ketika berada di dalam bangunan saat gampa kuat, lindungi kepala dan tubuh dari benda yang mungkin jatuh. Jauhi kaca, lemari tinggi, atau benar berat. Setelah guncangan berhenti, keluar melalui jalur aman apabila kondisi bangunan mengharuskan evakuasi.
Informasi Resmi Lebih Penting Dari Pada Pesan Berantai
Setelah gempa, informasi yang belum jelas sering menyebar melalui media sosial dan group percakapan. Masyarakat sebaiknya memeriksa informasi melalui BMKG sebelum mempercayai kabar mengenai magnitudo, lokasi, gempa susulan, atau potensi tsunami.